Tetesan peluh tak pernah dirasa mengalir bagai sungai yang membelah kaki melangkah hampir terbujur rapuh hanya kepingan logam yang diharap dari bergunung-gunung tumpukan emas ibu kota senyum terpancar tatkala uang telah dirasa cukup cukup untuk membeli beberapa butir beras cukup Selengkapnya
Penulis: Anton Widawan
Terdiam
Menatap rembulan yang mulai meninggi pancarkan keagungan pada kegelapan Aliran nafas masih terasa Derunya Coba bangkitkan harap Kisah ini….. Perjalanan batin bagi jiwa yang sepi Diam Terpaku Meski menyisakan senyum Bermimpi Berharap mahadewi dating berlutut
Kuldesak
Dalam gegap gempita yang menyemarak Setitik kebisuan Tak sirna Meski menyatu berbaur Panji-panji kegembiraan Diusung Mengatasnamakan jiwa yang terbebas Tapi tak lengkap Masih ada Hati yang terhimpit Sakit Tak kuasa bergerak Terombang-ambing Mencari satu tonggak pegangan Kelas Tallo, 3 Selengkapnya
Ketika Sadar Datang
Sadar datang ketika badan tak kuat lagi bergerak Mencekik botol membanting kartu mengumpat-ngumpat Merendahkan orang yang ingin menolong Mengangkat dari Lumpur dosa Melumuri seluruh tubuh Sadar datang ketika nafas tersangkut ditenggorokan Terasa bagai seribu tusukan pedang Menusuk mengoyak mencabik-cabik Sadar Selengkapnya
1-12-1999
Beberapa orang tertawa melihatku lama-kelamaan aku sendiri terbahak melihat kenyataan diriku “hai insan— bangunlah dari tidur panjangmu lihat pada cermin keadaanmu saat ini—-“ huh, ejekan yg membuatku benar-benar terbelalak seburuk itukah aku sekarang sekecil itukah aku dihadapan mereka benar-benar tak Selengkapnya
Izinkan Aku
Izinkan aku nyatakan ini semua Biarkan aku bebaskan gejolak di dada Untuk kali ini… saja Ku mohon tegarkan aku dengan senyummu Detak jantungku makin memburu Tanpa sadar kata itu meluncur sudah Legakah aku, puaskah aku dengan ini semua? Sejenak aku Selengkapnya






