Bumi Langit

Gambar dari whynewsfikom.blogspot.com

Gambar dari whynewsfikom.blogspot.com

Tetesan peluh tak pernah dirasa
mengalir bagai sungai yang membelah
kaki melangkah hampir terbujur rapuh
hanya kepingan logam yang diharap
dari bergunung-gunung tumpukan emas ibu kota

senyum terpancar
tatkala uang telah dirasa cukup
cukup untuk membeli beberapa butir beras
cukup untuk membeli sepotong telur
cukup untuk membuat istri dan anak di rumah
tersenyum…

di sudut lain seorang bapak berdasi mengeluh
rekening bank miliknya
tak banyak bertambah hari ini
hanya cukup untuk beli mobil mewah
-padahal ia ingin beli pesawat pribadi
hanya cukup untuk beli apartemen
-padahal ia ingin beli istana
hanya cukup untuk beli berkilo emas
-padahal ia ingin intan permata

inikah indonesia?
yang katanya tepo seliro dan tenggang rasa
yang katanya tolong-menolong
yang katanya ingat saudara…

ingatlah ketika kita dilahirkan telanjang
jangankan harta berlimpah
secarik kain pun tak dibawa
artinya…
semua adalah titipan
amanah yang harus dijaga…

sedikit tetapi membuatmu tersenyum dan bersyukur
jauh lebih berharga dan mulia
daripada segunung tapi membuatmu mengeluh dan kufur…

Baca Juga  Izinkan Aku

Previous

Next

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UA-113975400-1