Apa itu viskositas? Untuk para pelajar sekolah menengah atas tentunya sangat paham tentang viskositas. Minimal, tentunya pernah mendengar tentang bahasan yang satu ini. Bahkan, bukan hanya sekadar paham saja. Para pelajar atau peserta studi juga harus paham tentang Rumus Viskositas. Sudahkah Anda memahaminya? Jika Anda belum memahaminya, tidak perlu khawatir karena di sini akan diberikan ulasan lengkapnya untuk Anda. Sebelum membahas tentang rumus, perlu sekali Anda tahu apa itu viskositas.

Apa sebenarnya viskositas? Viskositas merupakan pengukuran untuk menemukan data ketahanan fluida. Bahasan yang satu ini akan berbicara soal bagaimana fluida dapat diukur kekentalannya yang diakibatkan dari gesekan molekul di dalam fluida. Jika langsung membahas tentang pengertian, biasanya memang tidak semua orang langsung benar-benar paham tentang apa maksudnya. Namun, untuk Anda yang masih belum memahaminya maka tidak perlu bingung karena di sini akan terus diberikan penjelasannya untuk Anda:

 

Memahami tentang Viskositas

Viskositas berbicara soal ukuran kekentalan dari fluida. Secara sederhana, Anda bisa bayangkan dua jenis fluida di dalam sebuah wadah misalnya gelas kaca. Bayangkan ada dua fluida yang berbeda jenisnya, contohnya oli dan air putih. Ketika dua jenis fluida tadi berada di dalam gelas dan hendak dituangkan ke wadah lainnya, maka aliran dari dua benda cair ini sangat berbeda. Dengan hanya dibayangkan saja Anda pastinya sudah sangat bisa membayangkan bahwa aliran air putih jelas lebih deras atau lebih kencang dibandingkan dengan aliran oli. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan lantaran adanya perbedaan molekul fluida antar keduanya.

Gesekan antar molekul yang terjadi pada oli jauh lebih besar dibandingkan dengan gesekan antara molekul yang terjadi di air putih. Dari sini sebenarnya sudah bisa dipahami tentang Rumus Viskositas. Semakin besar gesekan molekul atau ukuran viskositas dari sebuah benda cair maka akan semakin lambat aliran airnya. Begitu juga sebaliknya, jikua besaran atau ukuran viskositasnya semakin kecil maka aliran airnya semakin cepat. Dari contoh tadi, dapat diamati dengan mudah bahwa viskositas dari oli lebih besar dari air putih biasa. Namun, jika Anda sebuah soal maka Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:

 

Rumus Viskositas dan Cara Menguasainya

  • Pertama, Anda harus paham tentang rumus dari viskositas fisika. Rumusnya adalah η = k x p x D / V. Simbol η merupakan simbol untuk koefisien viskositas. Simbol tentunya untuk konstanta, P untuk tekanan, D untuk diameter, dan V untuk kecepatan.
  • Kedua, perlu juga diketahui tentang rumus fluida viskositas. Rumusnya adalah F = η A x v / L. Simbol F untuk gaya, A untuk luas keping, v untuk kelajuan fluida, L untuk jarak antar keping, dan η untuk koefisien dari viskositas yang memiliki satuan kilogram.
  • Ketiga, ada juga rumus untuk viskositas hokum stokes. Rumus ini digunakan untuk bahasan tentang kekentalan zat cair. Rumusnya adalah F= 6π η rv

Untuk cara menguasainya, terdapat dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa menghapalkan tabel viskositas  fluida yang biasanya terdapat diberbagai buku pelajaran. Tabel tersebut akan memberikan hafalan untuk Anda tentang beberapa jenis zat cair beserta tingkatan viskositasnya. Kedua, Anda dianjurkan untuk sering berlatih soal. Carilah berbagai macam kumpulan soal viskositas fisika dan cobalah untuk menjawab soal-soal tersebut. Jika sering berlatih soal, maka Anda bisa lebih menguasai rumus dan berbagai model pertanyaan.